Jafro Megawanto Meraih Medali Emas Asian Games 2018

Jafro Megawanto meraih medali emas Asian Games 2018

Jafro Megawanto Meraih Medali Emas Asian Games 2018

UMPANBOLA – Presiden Joko Widodo gembira mendengar kabar atlet paradigling (paralayang) Indonesia Jafro Megawanto meraih medali emas Asian Games 2018 Jawa Barat. Dalam nomor seri ketepatan mendarat per orangan olahraga paralayang di Gunung Mas, Puncak, Jawa Barat, Kamis 23 Agustus 2018 (23/8/2018).

Presiden nampaknya cukup mengenal Jafro, dalam akun Facebook resminya, mengungkapkan cerita  Jafro sebelum menjadi atlet hingga akhirnya menyabet medali emas.

Baca Juga : On This Day 2006 Michael Carrick Memulai Debutnya Bagi Manchester United

Jafro Megawanto Dulunya Hanya Seorang Tukang Lipat Parasut Terjun Payung
Jafro Megawanto Dulunya Hanya Seorang Tukang Lipat Parasut Terjun Payung

Berikut tulisan Presiden Jokowi :

“Sebelum menjadi atlet paralayan, ia Jafro Megawanto hanyalah seorang anak muda yang bertugas melipat dan merapikan parasut para atlet paralayang. Setiap hari melihat para atlet paralayang, melipat parasut, diam-diam Jafro memendam mimpi untuk menjadi pilot atau atlet dalam olahraga paralayang. Kesempatan itu datang ketika akhirnya berlatih disekolah paralayang, Hari ini, Jafro bahkan meraih lebih dari sekadar mimpi menjadi atlet paralayang.

Divenue paralayang di kawasan Gunung Mas Puncak tadi, Jafro meraih medali emas Asian Games 2018 dalam nomor ketepatan mendarat perorangan. Selamat Jafro Megawanto untuk emas ke-7 bagi Indonesia di dalam kompetisi Asian Games 2018, Indonesia sendiri sebagai tuan rumah nya.”

Jatuh Bangkit Jafron Megawanto Menjadi Atlit

Meraih emas Asian Games edisi ke-18 ini bukan cerita singkat bagi Jafro Megawanto, atlet 22 tahun itu melalui jalan berliku. Untuk bisa mencapai target dua emas dari paralayang yang dibebankan pemerintah melalui Kemenpora di multievent kali ini di Asian Games.

Sebelum menjadi atlet profesional, saat usia 13 tahun Jafro Megawanto merupakan tukang lipat parasut di dekat rumah nya daerah Malang. Rumah Jafro Megawanto di Malang hanya berjarak kurang lebih 500 meter dari titik lokasi pendaratan para atlet paralayang di Malang.

Jafro Megawanto Dulunya Hanya Tukang Lipat Sekarang Menymbangkan Emas
Jafro Megawanto Dulunya Hanya Tukang Lipat Sekarang Menymbangkan Emas

Dikutip dari situs resmi Kemenpora, ketika menjadi paraboy atau pelipat parasut Jafro Megawanto hanya mendapat bayaran Rp5 ribu rupiah saja. Dalam tekadnya menjadi atlet paralayang profesional sesungguhnya Jafro Megawanto juga pernah mendapat pertentangan dari orang tua dalam hal menjadi atlet.

Biaya latihan yang tidak sedikit merupakan kendala bagi orang tua Jafro Megawanto untuk mengizinkan anaknya menjadi atlet paralayang yang profesional. Jafro pun sempat diminta untuk berhenti latihan, namun,tekadnya kuat untuk menjadi seorang atlet membuat masalah biaya tidak menghalangi Jafro berprestasi. 

Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Timur, Jafro menyumbangkan satu medali emas untuk kontingen Jatim dan pada Asian Games ini Jafro Megawanto kembali menyumbangkan medali Emas untuk Indonesia tercinta.

Baca Juga : Garena AOV Hadirkan Hero Wiro Sableng

 

UMPANBOLA
Situs Portal Berita Bola dan Olahraga